Tampilkan postingan dengan label Educating Children. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Educating Children. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Mendidik Anak

Well, saya dapat artikel ini dari sini menurut saya artikel ini ada benarnya. Saya review dengan karakter saya yang sekarang dan saya inget2 gimana cara mama saya mendidik saya dan hmmm..... banyak benernya wkwkwkwkwk.

Contoh yang terjadi pada diri saya :

Pertama, Dulu mama saya kurang ada waktu. Berhubung papa saya meninggal waktu saya umur 7 tahun, jadi mama membesarkan saya seorang diri, dan dia kan harus mencukupi segala kebutuhan saya, jadi dia sangat jarang ada quality time dengan saya yang mengakibatkan baca di No. 4  yahhhh, saya sedikit impulsif. Saya cari dari google arti kata impulsif adalah : Bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati.

Kedua, karena mama saya jarang ada waktu tapi dia sayannnnkkkkk baget sama saya, hahahha.... (namanya juga anak ;p) jadi dia tuh terlalu memanjakan. Mungkin karena kita jarang ada quality time jadi dia coba ganti itu dengan memanjakan saya. Misalnya, Minta ini itu dikasih. Dulu saya inget banget waktu masih kelas 3 SD, saya minta beli sepeda (roda 2) dan besoknya langsung dibelikan. Beberapa hari setelah sepeda dibeli saya gak pernah pakai, Sampai satu kali mama minta saya mengantar sesuatu ke tempat dekat kita tinggal.

Mama : Cha, anterin ini geh ke rumah tante itu (lupa namanya)

Saya : Gak ah mah, udah mau malem...

Mama : Naik sepeda aja biar cepet !!!

Saya : Hehehhee, Icha gak bisa bawanya mah wkwkkwkwkw

Mama : Loohhh... kalo gitu ngapain minta beli ???

Saya : Senyummmm senyum aja..

Lalu akhirnya beberapa hari kemudian saya belajar naik sepeda dannnnn, menabrak mobil orang yang lagi parkir dan mama tidak marah2 hahahahaa....

Beberapa waktu setelah beli sepeda saya minta beli sepatu roda, dibeliin juga.

Pokoknya mama saya tuh manjain saya banget, sampe2 salah satu tante saya pernah bilang gini "mama kamu tuh jagain kamu udah kaya jagain telor" wkwkkwwk ngerti kan kaya telor ? Namanya telor pasti dijaga secara hati2 dan disayank2 biar gak pecah.

dan hasilnya... Hmmmmmm bisa dibaca di no.6. dari tiga hal ini gampang bosan, kurang inisiatif, dan tak memiliki daya juang. saya termasuk gampang bosan. Kalau kurang inisiatif & Daya Juang saya termasuk orang yang memiliki insiatif dan penuh dengan daya juang wkwkwk. Syukurlah dari 3 hal negative cuman 1 yang nyantol disaya.

Jadi untuk menjadikan artikel ini sebagai reminder buat saya dalam mendidik kimberly, lebih baik saya posting blog biar saya bisa baca2 lagi. ^^


Nah, berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari dalam mendidik anak :
1.  Terlalu lemah Misalnya, selalu memenuhi semua permintaan anak. Anak tidak diajar untuk mengenal hak dan kewajiban. Akibatnya, anak menjadi terlalu penuntut, impulsif (gampang melakukan tindakan tanpa perhitungan), egois, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain.

2.  Terlalu menekan Misalnya, orang tua terlalu mengatur dan mengarahkan anak, tanpa memperhatikan hak anak untuk menentukan keinginannya sendiri, atau untuk mengembangkan minat dan kegiatan yang ia inginkan. Akibatnya, anak akan menjadi lamban, selalu bekerja sesuai perintah, tidak memiliki pendirian, dan suka melawan.

3.  Perfeksionis. Orang tua menuntut anak untuk menunjukkan kematangan sikap atau target tertentu yang umumnya melebihi kemampuan yang wajarnya dimiliki anak. Akibatnya, anak akan terobsesi untuk meraih prestasi yang diharapkan orang tuanya. Ia juga akan menjadi terlalu keras dan kritis terhadap dirinya sendiri.

4.  Tidak memberi perhatian. Orang tua hanya menyediakan sedikit waktu untuk memperhatikan setiap perkembangan anak, atau membantu anak menempuh tahap demi tahap perkembangannya. Akibatnya, anak tak mampu membina hubungan dengan lingkungannya dan akan tumbuh menjadi anak yang impulsif.

5.  Terlalu cemas akan kesehatannya. Orang tua terlalu berlebihan mencemaskan kondisi fisik anak. Padahal, secara obyektif, anak sehat. Sakit sedikit saja, orang tua cemasnya minta ampun. Akibatnya, anak akan mudah merasa tak sehat dan ikut merasakan kecemasan yang sama. Enggan bermain, takut jatuh, dan sebagainya.

6.  Terlalu memanjakan Misalnya, terus-menerus menghujani anak dengan barang-barang mahal atau memberikan pelayanan istimewa, tanpa mempertimbangkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan anak. Akibatnya, anak bisa menjadi anak yang gampang bosan, kurang inisiatif, dan tak memiliki daya juang.

7.  Tidak pernah memberi kepercayaan. Orang tua selalu meramalkan kesalahan yang belum tentu dilakukan anak. Orang tua juga selalu mengritik anak, bahkan untuk hal-hal yang seharusnya tak perlu kritikan. “Kamu, sih, nanti kalau jatuh, bagaimana?” Akibatnya, anak akan menjadi seorang yang pesimis, rendah diri, dan cenderung mengembangkan hal-hal yang selalu dilarang orang tua.

8.  Menolak kehadiran anak Misalnya. jenis kelamin anak tak sesuai dengan harapan orang tua, sehingga orang tua cenderung menolak menjadikan anak sebagai bagian dari keluarga. Akibatnya, semua tindakan yang dilakukan orang tua selalu merugikan anak. Anak bisa rendah diri dan menunjukkan sikap bermusuhan terhadap orang tua.

9.  Suka menghukum. Orang tua bersikap agresif terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak, dan cenderung memilih memberikan hukuman fisik dengan alasan mengajarkan disiplin. Bisa-bisa anak akan menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang wajar dilakukan dan akan melakukan hal yang sama terhadap keluarganya kelak.

10.  Suka menggoda atau meledek. Orang tua cenderung melecehkan keberadaan anak dengan sering mengolok-olok dan mengungkapkan kekurangan anak di depan orang banyak. Akibatnya, anak akan merasa tidak dihargai dan rendah diri.

Sumber http://www.ibudanbalita.net

Well demikian postingan kali ini xixiixixxiix :)


~ Melisa King ~ 

Senin, 28 Januari 2013

Natal 2012 Bersama Anak - Anak Jalanan

Desember kemarin gue banyak banget acara *baca : sok sibuk* Salah satunya merayakan natal bersama anak2 jalanan yang diselengarakan di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini diadakan oleh Stoneagle Generation tanggal 23 Des 2012. dan gue diundang oleh Olin dan dina untuk ikut dalam acara ini *Thank You*

Kenapa gue mau ikut acara ini, karna gue pengen mengajari kimmy sedini mungkin betapa beruntungnya dia. Dan betapa banyaknya orang diluar sana yang jauh kurang beruntung dari dia. Dan agar kim juga tau bahwa merayakan Kelahiran Kristus atau natal bukan hanya dengan hadiah2 saja dan lebih kepada memberi kasih. Mungkin dia memang masih terlalu kecil untuk mengerti akan hal ini, Tapi paling gak gue bisa ceritakan hal ini saat dia sudah bisa mengerti. Dan bukan cuma untuk pembelajaran bagi kimmy saja, tapi untuk pembelajaran buat gue pribadi juga.

 Kimmy in action ;p

ini saat acara berlangsung 2 foto bagian atas lagi sesi games, 1 foto bagian bawahnya lagi sesi khotbah. ada olin yang lagi ajak aileen (anaknya) untuk ke pinggir karna aileen sama kimmy seneng banget


Inilah aktivitas kimmy saat games berlangsung, yang kiri aileen lagi kejar kimmy yang lagi sibuk dengan botol aquanya. Perhatiin gambar yg kanan, keliatan kan kalau kimmy tuh sibuk bener sama aqua. Gak tau kenapa, kim tuh suka banget angkat aqua n pindah2in dari satu tempat ke tampat lain. Kalian bisa liat disini video kimmy angkat2 aqua 1 liter sampe 12 botol. wkwkkww

yang kiri kimmy abis naruh aqua. karna dia seneng banget mainin aqua botol.. yang kanan aileen lg bless kimmy. aileen anaknya oleen suka banget sama anak2, jadi dia seneng megang2 kimmy. hahaha lucuuu dah :)



Yang kanan dina lg main sama kimmy. Nah foto yg kiri bikin orang2 ngakak. karna si kimmy ini kan termasuk anak yang mau digendong siapa aja. nah saat kim kebelakang, dia digendong sama salah 1 panita (gw gak tau namanya) nah pas kim digendong, gaya kimmy langsung nempel kaya anak koala. dengan expresi yg sok imut gituuu... tambah lagi gayanya manja gitu x__x Pesan2 mami "kimmy kalo udah gede GAK BOLEH kaya gitu sama org yg baru kenal yah"


 Ini sesi games juga, tapi yang ini menggambar.



 Dan ini adalah salah 1 foto dari kelompok yang mendapat bingkisan.


Semoga tahun depan bisa ada lagi acara - acara kaya gini. dan semoga tahun depan gue bisa posing lebih awal, gak telat kaya gini... xixixxiixixixixi




~ Melisa King ~

Jumat, 15 Juni 2012

Cara Mengetahui Bahasa Kasih Anak

Setiap anak diciptakan Tuhan unik adanya. Meski dibesarkan dalam keluarga yang sama, oleh orang tua yang sama, tetapi anak-anak tidak mengalami pemenuhan kebutuhan akan kasih yang sama, karena setiap anak memiliki bahasa kasih yang berbeda-beda. Hanya anak yang merasa benar-benar dikasihi dan diperhatikan akan mengalami pemenuhan “tangki emosi”nya, dengan demikian mereka memiliki kekuatan emosional yang dapat memberi bahan bakar sewaktu melalui hari-hari yang penuh dengan tantangan. 

Kelima bahasa kasih menurut Gary Chapman adalah:

1. Sentuhan fisik

Sentuhan fisik adalah bahasa kasih yang paling mudah digunakan tanpa syarat dalam keluarga, seperti menepuk pundak, menggandeng, merangkul, memeluk dan sebagainya, yang penerepannya dpat berbeda menurut usia dan jenis kelaminnya. Sekalipun sentuhan fisik merupakan kebutuhan setiap anak, khususnya tahun-tahun pertama usianya, tetapi dalam masa pertumbuhannya, anak dengan bahasa kasih sentuhan ini meliki kebutuhan yang lebih daripada anak dengan bahasa kasih yang lain, sebaliknya, anak dengan bahasa setuhan fisik juga akan lebih terluka jika tindakan pendisiplinan dilakukan dalam bentuk fisik, misalnya dengan memukul.

2. Kata-kata penegas

Kata-kata penegas sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan seorang anak, tetapi bagi anak dengan bahasa kasih kata-kata penegas, kata-kata yang diucapkan oleh orang tuanya adalah “penentu” bagi barometer emosinya. Anak-anak dengan bahasa kasih kata-kata penegas haus akan kata-kata pujian, dukungan, motivasi, pernyataan kasih sayang, yang secara eksplisit diucapkan berulang kali kepadanya dan dengan cara yang tepat. Sebaliknya, kata-kata negative yang diucapkan terhadapnya juga dapat sangat melukainya.

3. Waktu berkualitas

Sekalipun setiap anak mengharapkan kebersamaan terhadap orang tuanya, tetapi anak-anak dengan bahasa kasih waktu berkualitas membutuhkan lebih daripada anak-anak dengan bahasa kasih lainnya. Memberikan waktu berkualitas berarti memberikan perhatian yang terfokus dan tidak terbagi dengan yang lain, dapat dinyatakan melalui kontak mata, berbagi pikiran dan perasaan, bercerita atau melakukan sesuatu bersama-sama. Anak-anak seringkali berprilaku sangat mengganggu, khususnya bagi orang tua yang tingkat kesibukannya tinggi, sebenarny ulah mereka merupakan upaya untuk mendapatkan waktu dan perhatian untuk mengisi tangki emosinya yang kosong.

4. Hadiah

Anak-anak dengan bahasa kasih hadiah merasa dirinya dicintai bila orang tua memberi hadiah kepada mereka, tetapi bukan hadiah yang diberikan oleh orang tua untuk menggantikan keterlibatan mereka secara pribadi karena sibuk, atau sebagai imbalan, suap atau penebus rasa bersalah. Karena hadiah yang mengisi tangki emosi anak adalah hadiah yang diberikan sebagai ungkapan kasih yang tulus.

5. Layanan

Anak dengan bahasa kasih layanan akan merasa dikasihi jika dibantu, diajari, dan senantiasa hadir disaat mereka membutuhkan. Walaupun perhatian seperti ini yang dibutuhkan, tetapi nampaknya seperti memanjakan dan tidak membuat anak mandiri. Oleh sebab itu, orang tua harus melakukannya sesuai dengan tingkat usia anak-anaknya.

Pada umumnya orang akan menyatakan kasihnya sesuai dengan bahasa kasih yang dimiliki, misalnya ibu memiliki bahasa kasih melayani, maka ibu cenderung menyatakan kasihnya lewat melayani. Bila dalam satu keluarga, masing-masing anggota memiliki bahasa kasih yang berbeda satu sama lain, mungkin ada anggota keluarga yang merasa dirinya kurang dikasihi, dan menganggap anggota keluarga yang lain sebagai orang yang sulit dimengerti. Oleh sebab itu, marilah kita mengenali bahasa kasih kita, pasangan dan anak-anak kita.

Bagaimana mengenali bahasa kasih anakmu?

Belajar untuk berbicara dengan bahasa kasih anak-anak kita akan menjadi suatu pengalaman yang menarik. Meskipun proses “meneterjemahkannya” tidak mudah, perlu adanya usaha untuk mencoba, tetapi ada beberapa petunjuk untuk mengenali dan menemukan. Mari kita perhatikan jenis bahasa kasih mana yang paling utama pada anak-anak kita:

1.  Perhatikan bagaimana mereka mengekspresikan kasih padamu
Anak dapat berbicara dengan baik sesuai bahasa kasihnya sendiri tanpa kita sadari. Maka perhatikan bahasa-bahasa tersebut tak mungkin tidak bisa bagi kita.

2.  Perhatikan bagaimana mereka mengekspresikan kasih kepada orang lain
Perhatikan dengan seksama bagaimana mereka berinteraksi dengan anak-anak dan orang dewasa, dimana mereka paling sering menunjukan efeksinya / perasaannya.

3. Dengarkan permintaan yang mereka paling sering ajukan
Kebanyakan anak-anak tidak malu untuk menuarakan permintaan dan keinginannya. Jika kamu belajar untuk “mendengarkan” hal-hal yang anakmu minta, maka kamu dapat mendengar bahasa utama dari anakmu.

4. Dengarkan keluhan-keluhan yang sering diutarakan anakmu
Ketika kamu memperhatikan pada rengekan dan gerutuan mereka, maka hasilnya akan mengejutkanmu. Keluhan-keluhan mereka bisa berada pada kategori yang berhubungan dengan salah satu bahasa kasih.

5. Berikan mereka hanya satu dari dua pilihan
Cobalah untuk memperkenalkan anakmu pada situasi dimana ada pilihan antara dua bahasa kasih. Kemudian perhatikan pada keputusan yang dibuatnya. Pilihan bahasa kasih anakmu yang paling sering terungkap dengan baik merupakan bahasa kasih utamanya.

Perlu diingat, bahwa bahasa kasih utama bukan satu-satunya bahasa yang digunakan oleh anak, karena setiap anak memiliki kombinasi dari kelima bahasa kasih, maka adalah bijaksana bila disamping bahasa kasih utama, orang tua juga mengungkapkan kasihnya melalui bahasa kasih yang lain.