Tampilkan postingan dengan label Thanksgiving Thursday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thanksgiving Thursday. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2012

Short Story About Her ....

Thanksgiving Thursday

Artikel ini ditulis untuk program Thanksgiving Thursday agar mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apa pun dan dalam hal apapun karena apa pun yang terjadi semua ada campur tangan Tuhan, tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini. Kalau teman-teman ada yang mau ikutan program ini atau sekedar mau baca story yang lain silahkan KLIK DISINI atau klik gambar diatas.


Kemarin tante gue telpon, dan cerita tentang anaknya (sepupu gue) yang mau datang and kerja di Jakarta. Yah ceritanya seputaran masalah itu aja seh. Soal ceritanya gimana, mungkin nanti akan gue ceritain disini kalau tante gue ijinin... wkwkwk *udah pasti gak diijinin*

Nah... Dari hasil pembicaraan itu, gue jadi sangat bersyukur akan hadirnya Kak Febe Frisela (Gembala a.k.a kk rohani a.k.a mentor) di dalam hidup gue. Rasanya benar-benar beruntung banget bisa kenal orang yang seperti dia. Walaupun dia pernah bilang kalau dulu pun dia tidak seperti dia yang sekarang ini.
Tapi buat gue, gak penting bagaimana dia dulu, yang penting buat gue... Bagaimana dia sekarang yang membuat gue sangat merasa diberkati karena mengenal dia dan gue rasa banyak orang yang merasakan hal yang sama seperti gue, merasakan Terberkarti atas hadirnya dia.

Dia bisa mendengar cerita, curhatan, masalah dan keluh kesah gue TANPA pernah meghakimi gue, TANPA pernah menghina, dan TANPA pernah membuat gue merasa gue ini gak penting. Dia selalu membuat gue nyaman untuk cerita tentang apapun ke dia. Dan satu hal yang paling gue suka dari dia, dia tuh selalu memberikan masukan yang memberi Damai Sejahtera dihati gue, dia selalu membantu gue untuk lebih dekat dengan Bapa. dia selalu menguatkan saat iman gue jatuh. saat iman gue lagi lemah dia sering menguatkan gue lewat pesan-pesan bbm nya. Dan juga yang gue salut dan kagum,  dia gak pernah berusaha untuk menjadi orang lain dalam hal menasihati dan dia gak pernah menutup-nutupi kekurangan dan pergumulan dia. Hal itu membuat gue menilai bahwa tidak ada kemunafikan di dirinya.

Gue yakin gak da yang kebetulan dihidup ini. seperti roma 8 : 28 bilang :


Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Begitu juga kehadiran k febe di hidup gue, ALLAH pasti turut campur akan hal itu. intinya gue bersyukur karena k febe ngajarin gue untuk menjadi wanita dan istri yang mau berjalan dalam kehendak Tuhan.

"Thanks God rancangan Mu sungguh indah untukku... Siapapun yang hadir dihidupku, aku yakin... semua karena rencana Mu yang indah. Engkau bisa menggunakan siapapun untuk membimbing aku dan Engkau bisa memakai siapa pun untuk membentuk karakter ku".


~ Melisa Laksmono ~

Kamis, 16 Februari 2012

Five Days Of War !!!

Thanksgiving Thursday

Artikel ini ditulis untuk program Thanksgiving Thursday agar mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dalam keadaan apa pun dan dalam hal apapun karena apa pun yang terjadi semua ada campur tangan Tuhan, tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini. Kalau teman-teman ada yang mau ikutan program ini silahkan KLIK DISINI atau klik gambar diatas.

Jadi gini ceritanya, gue sama hubby kan suka banget nonton, jadi kita tuh sering banget beli DVD nah semalem itu kita nonton salah satu DVD yang judulnya Five Days of War. Karena nonton itu gue jadi terinpirasi untuk nulis artikel ini.

Ni ada beberapa gambar yang gue dapat dari om Google  :



 
 




Dari judul dan gambarnya aja pasti udah ketahuan film ini gak jauh dari perang. Film ini diangkat dari Kisah Nyata sang reporter perang dan di dedikasikan untuk para reporter perang yang wafat saat menjalankan tugas meliput perang. Mungkin sebagian dari kalian sudah pernah nonton film itu. Tapi gue cuma mau tulis garis besarnya aja dari apa yang gw lihat.

Di film itu ada seorang jurnalist perang yang hampir aja meninggal waktu perang di iran, trus setahun kemudian dia tugas lagi ke Georgia bersama seorang cameraman. Nah waktu dia tiba diibukota Georgia disitu gak kelihatan kalau negara tersebut lagi perang. Padahal didaerah perbatasan tentara Rusia dan milisi dari pihak musuh udah mulai serang  perbatasan mereka. Kedua reporter ini pergi ke daerah perang tersebut, waktu mereka lagi menuju ke lokasi yang sudah diserang, mereka singgah dulu di sebuah desa yang saat itu ada salah satu penduduknya yang lagi rayain pesta pernikahan. Kemudian tanpa disangka-sangka pihak rusia jatohin bom ke tempat itu. *Asli deh, kasian banget liatnya*

Singkat cerita setelah itu mulailah perjalanan mereka ke daerah2 yang sudah diserang. Ada beberapa kejahatan perang terjadi disitu yang sempat direkam oleh sang cameraman. Beberapa rakyat sipil yang gak berdosa dibunuh secara masal, ditembak tembakin udah kaya nembakin boneka dan desa-desa dibakar sampe rata sama tanah. Disitu gue lihat kedua reporter ini mempertaruhkan nyawa mereka demi meliput perang tersebut.

Tapi bukan film itu yang mau gue ceritain, melainkan apa yang gue rasain setelah menonton film tersebut.
Setelah menonton film tersebut, gue mulai berpikir betapa beruntungnya gue dengan apa yang gue alamin sekarang. Gue tinggal di Jakarta kota yang memang macet, kotor, penuh polusi tapi jauh dari perang. Rasanya gue sangat jauh beruntung dari mereka yang hidup dinegara yang saat ini masih mengalami perang.

Kalo dipikir lagi, berapa kali gue mengucap syukur dengan keadaan jakarta yang macet, penuh polusi dan kotor ini tetapi tidak perang ? Jawannya hampir tidak pernah.
Berapa kali gue mengeluh dengan keadaan jakarta yang seperti ini ? Jawabannya hampir setiap hari...

Ahhh Tuhan rasanya malu banget, betapa gue ini kurang bersyukur dengan keadaan yang sekarang ini. Betapa gue ini kurang bersyukur dengan  Kota tempat gue tinggal ini.

Mungkin kalau kita beritahu ke penduduk yang ada di negara yang saat ini masih bergulat dengan perang dan masih belum merasakan kemerdekaan  tentang keadaan jakarta yang kotor dan tidak beraturan ini, pasti merekan akan bilang betapa beruntungnya kita yang tinggal di Jakarta. Dan yah memang benar, betapa beruntungnya kita yang tinggal di Jakarta. Walaupun kotor, sampah dimana - mana, banjir, sering mati lampu, polusi yang tinggi tapi paling tidak kita jauh dari perang, paling tidak kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa berpikir kalau-kalau kita akan kejatuhan rudal saat tidur.


Dear God, malu rasanya saat kata-kata itu terbesit dipikiran ku.. kata-kata "betapa beruntungnya aku tinggal di Jakarta", karena selama ini yang sering ada dipikirannku selalu saja mengeluh dengan keadaan di Jakarta.
Tapi Tuhan terima kasih, lewat film itu Engkau mau ingatkan aku untuk selalu bersyukur akan apa pun juga.
Terima kasih Tuhan, aku mau terus belajar untuk selalu bersyukur akan kota Jakarta walaupun kotor, banjir, sampah dimana-mana, tapi aku masih bisa berkumpul dengan keluarga ku tanpa takut ada rudal, aku masih bisa makan dengan tenang, aku masih bisa tidur dengan mimpi indah. Tuhan terima kasih Engkau mau selalu mengajariku untuk selalu melihat kebaikan yang Engkau berikan atas hidupku dan aku mau belajar untuk selalu bersyukur akan indonesia terlebih Kota Jakarta tempat aku tinggal.




 (˘ʃƪ˘)  Melisa Laksmono  (˘ʃƪ˘)